Search
  • Admin Qualitiva

Perbedaan OSPEK di Indonesia dan Luar Negeri, Positif tanpa Budaya Senioritas

OSPEK bernuansa positif ternyata menjadi hal yang wajar lho di luar negeri. Memang sih, kalau di Indonesia, OSPEK identik dengan kegiatan perploncoan dan aksi balas dendam dari senior ke juniornya. Padahal, sejatinya OSPEK adalah kegiatan untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampusnya. Kegiatan seperti ini harusnya menyenangkan dan mendidik.

Tapi, kalau di sini OSPEK malah jadi mimpi buruk bagi para maba. Bukan hanya aksi perploncoan yang merendahkan yang harus mereka alami, para maba juga harus menerima aksi bullying dan bahkan kekerasan baik secara verbal mapun fisik dari para kakak seniornya. Alhasil, kalau di Indonesia, image OSPEK tuh buruk banget. Para junior yang dibully oleh seniornya akan memiliki dendam yang harus terbalaskan ketika besok mereka menjadi senior dan mengospek maba-maba di tahun berikutnya. Kalau begini terus, gak akan putus kan? Terus kapan OSPEK di Indonesia bisa menjadi sesuatu yang positif?


Coba lihat deh contoh-contoh OSPEK bernuansa positif dari beberapa negara ini (jepang, Jerman, Amerika Serikat, Belanda, Skotlandia, Singapura, Australia). OSPEK di sana adalah kegiatan yang benar-benar membuat maba akrab dengan senior, teman-teman, dan lingkungan kampus barunya. Yuk simak infonya di bawah ini.


1. Tidak ada senioritas

Meskipun acara pengenalan kampus biasa dipegang oleh organisasi mahasiswa, akan tetapi momen ospek seharusnya jauh dari kata menakutkan. Sayang, di Indonesia mahasiswa lama yang tergabung dalam organisasi mahasiswa kerap menyalahgunakan kesenioran mereka.

Mulai dari sok galak, sok jadi tukang perintah, teriak-teriak untuk menekan, dan sebagainya. Hal ini jelas sangat terbalik dengan ospek yang ada di luar negeri.

Kebanyakan senior di sana tidak akan memedulikan apakah seorang mahasiswa baru atau bukan. Yang jelas, jika kamu membutuhkan informasi mengenai kampus atau program studi yang sedang dijalani, mereka akan bersedia untuk membantu.


2. Ospek di luar negeri lebih mengacu kepada pembekalan informasi seputar kampus

Baru-baru ini, tersiar kabar mengenai ospek di salah satu kampus di Indonesia yang dengan gamblang membentak salah satu mahasiswa baru karena hal yang sepele. Dari hal ini, masyarakat umum pun sudah dapat menilai jika ada kesenjangan antara ospek di Indonesia dengan ospek di luar negeri.

Jika diamati lebih mendalam, ospek di kampus Indonesia lebih mengacu kepada acara mahasiswa senior yang ingin unjuk gigi dan meraih kepopuleran. Alih-alih memberi informasi dan membimbing para junior, mereka bisa memberi cacian, perintah, dan hal lain yang dapat membuat mahasiswa baru merasa takut hingga stres.


Sebaliknya, ospek di luar negeri biasanya ditujukan kepada acara pemberian informasi sebanyak mungkin yang dibutuhkan oleh mahasiswa baru agar mereka dapat mengetahui pola kehidupan kampus yang sebenarnya.


3. Tidak disuruh membuat atau membawa prakarya apa pun

Suasana ospek di Indonesia umumnya sangat identik dengan warna-warni prakarya sebagai tanda pengenal bagi mahasiswa baru. Sayangnya, hal ini terkadang justru dimanfaatkan untuk membuat repot dan mempermalukan mahasiswa baru itu sendiri.

Berbeda dengan ospek di luar negeri, kamu tak akan melihat hal semacam itu karena mereka tak memberikan perintah untuk membuat prakarya bagi mahasiswa baru. Bahkan, mereka hanya disuruh datang ke kampus untuk mengikuti seminar dengan pakaian bebas yang sopan.


4. Ospek di luar negeri justru jadi momen untuk bersenang-senang

Terkadang, ospek yang dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia dipenuhi dengan segelintir tugas yang membebani para mahasiswa baru. Sedangkan, masa ospek di luar negeri justru diisi dengan rangkaian festival dan hiburan sederhana. 

Mulai dari pembukaan stand informasi terkait unit kegiatan mahasiswa dan beasiswa, hingga berbagai pertunjukan, seperti musik, teater, dan kompetisi olahraga. Pada hari terakhir masa ospek, biasanya perguruan di luar negeri mengadakan pesta penyambutan mahasiswa baru di kampus yang cukup meriah.


5. Tidak diwajibkan untuk mengikuti ospek

Berbeda dengan perguruan tinggi di Indonesia yang mewajibkan ospek, perguruan tinggi di luar negeri justru tak mewajibkan mahasiswa baru ikut kegiatan ini. Bahkan, mahasiswa baru yang tidak mengikuti ospek pun tidak akan diberikan hukuman. 

Akan tetapi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ospek di luar negeri ini biasanya diadakan untuk memberikan beragam informasi seputar kampus. Jadi, alih-alih kena omelan kakak tingkat karena tak ikut ospek, di luar negeri kamu justru akan sangat merugi karena kehilangan banyak informasi yang dibutuhkan.


Itu dia beberapa perbedaan yang dapat diketahui antara ospek di perguruan tinggi di Indonesia dan di luar negeri. Semua OSPEK bernuansa positif di atas tentunya bisa membuat maba memulai proses perkuliahan dengan lebih tenang. Sayangnya, di Indonesia, meski sudah banyak yang melarang kegiatan perploncoan, masih banyak OSPEK dengan bumbu senioritas dan plonco yang kental.

Sekolah Anda sedang mencari aplikasi sekolah online & ujian online? Daftarkan sekolah Anda sekarang melalui link dibawah ini, dan nikmati akses akun sekolah premium selama 30 hari

KLIK https://qtva.id/page/register/new


5 views
LINKS

Lebih mudah untuk berbagi materi pelajaran, ujian daring, & mendapatkan rekapitulasi nilai otomatis. 

ADDRESS

info@qualitiva.id

0811 7887 766

Jl. Jenderal Sudirman 3007

KM 3.5 - Palembang

Sumatera Selatan

DOWNLOAD SEKARANG

Download Aplikasi Qualitiva di PlayStore. Pantau kinerja sekolah Anda dengan mudah dari gadget.

© 2020 by PT. Cakrawala Lintas Nusa

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram