Search
  • Admin Qualitiva

Pengertian dan Perbedaan Fixed Mindset vs Growth Mindset. Kamu Termasuk yang mana?



Carol Dweck, psikolog, dalam bukunya Mindset: How You Can Fulfill Your Potential, mengatakan hal paling klise yang sering diabaikan orang: bahwa cara pandang akan mempengaruhi bagaimana kita menjalankan hidup.

Manusia berbeda-beda dan itu hal yang lumrah. Mereka yang punya pola pikir fixed mindset selalu beranggapan bahwa bakat adalah sesuatu yang mutlak. Ia tidak bisa berubah dan dikembangkan. Kamu jago main basket, itu karena kamu punya bakat di basket. Saya tidak jago, berarti saya tidak berbakat. Dan itu artinya, kehidupan saya dan basket berhenti sampai di sini saja.


Mereka yang punya pola pikir fixed mindset selalu melihat “hasil” dari kesuksesan seseorang. Youtuber yang punya followers 2 juta. Atlet yang ahli di olahraga tertentu. Mereka yang juara olimpiade.


Pada akhirnya, yang mereka ingin capai adalah untuk terlihat sukses dan keren dan pintar. Youtuber yang punya followers 2 juta ini keren buat saya. Jadi, saya memutuskan untuk ke mal seperti cara ia berpakaian. Dengan begitu, saya merasa seperti dia. Saya merasa keren.



Masih menurut Carol Dweck, ada manusia jenis lain yang memiliki growth mindset. Yaitu mereka yang menyadari bahwa sebagian orang dilahirkan dengan bakat tertentu. Tapi, itu bukan sesuatu yang mutlak.


Orang-orang dengan pemikiran ini sadar kalau kualitas seseorang, kayak skill intelektual, bisa didapat lewat usaha. Mereka bukan cuma tidak takut gagal. Mereka bahkan tidak merasa kalau dirinya gagal. Yang mereka rasa justru ini: mendapatkan pelajaran baru yang bisa dipakai untuk mengembangkan diri.


Ketika mereka melihat Youtuber dengan followers 2 juta, yang mereka pikirkan adalah ini: bagaimana dia bisa menghasilkan satu video dalam dua hari. Proses shooting-nya, pengeditannya, pemikiran ide-ide untuk video selanjutnya, seberapa lama ia begadang.


Pada akhirnya, yang ia lihat bukan cuma gemerlap di depan kaca, tapi usaha dan keringat di belakangnya. Itu lah mengapa orang-orang dengan pemikiran growth mindset beranggapan kalau usaha itu penting.


Mereka punya keinginan untuk tumbuh.


Kesuksesan bagi orang dengan growth mindset bukan sekadar terlihat keren. Bagi mereka, kesuksesan adalah tentang progres. Seberapa jauh kita berkembang dari kemarin. Seberapa mau kita melangkah lagi. Seberapa mampu kita merenggangkan diri untuk menjangkau lebih jauh lagi.



Hal-hal yang Salah Dipahami dari Growth Mindset

Growth mindset itu bukan tentang sekadar bagaimana kamu mengapresiasi effort. Tetapi, pemikiran growth mindset lebih dalam dari itu. Kita bisa aja ngelakuin sesuatu dengan effort tinggi. Misalnya, kamu mengerjakan suatu tugas dengan effort ampun-ampunan. Sampai tidak tidur berhari-hari dan itu bikin kamu sakit. Lalu, karena hal ini, kamu menilai hasil pekerjaanmu dari effort-nya. “Gue udah bikin ini capek-capek, masa dibilang jelek? Masa cuma dapat nilai segini?”


Kenyataan pahitnya: effort tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas. Dan juga tidak selalu berbanding lurus dengan output.


Dan effort yang nggak produktif adalah hal buruk. Mobil jelek yang dibuat dengan effort berlebih hasilnya tetap mobil jelek. Makanya, penting buat kita untuk nggak cuma mikirin effort, tetapi juga progress dari apa yang kita pelajari di situ.


Growth mindset adalah cara pandang. Ketika kamu berharap bisa maju satu langkah ke depan, kamu nggak cuma butuh “Oke, gue mau jago basket dan gue tahu gue harus latihan. Siapapun bisa asal latihan termasuk gue.” dan berpikir besoknya kamu langsung jago.


Hal terberat dari growth mindset adalah komitmen untuk melakukan apa yang telah kamu pikirkan. Nggak cuma lip service, tapi take action.

Sekolah Anda sedang mencari aplikasi sekolah online & ujian online? Daftarkan sekolah Anda sekarang melalui link dibawah ini, dan nikmati akses akun sekolah premium selama 30 hari

KLIK https://qtva.id/page/register/new


6 views0 comments