Search
  • Admin Qualitiva

Bukan Valentine, Tanggal 14 Februari adalah Peristiwa bersejarah Kemerdekaan di Bumi Minahasa

Updated: Feb 18



Tanggal 14 Februari menjadi hari hangat bagi pasangan di seluruh dunia yang merayakan hari kasih sayang, hari valentine. Namun, pada tahun 1946 di tanggal tersebut, rasa sayang terhadap pasangan masih kalah dengan rasa kecintaan terhadap pada Tanah Air.


Pada saat itu di Manado, Sulawesi Utara, dalam sebuah peristiwa yang disebut Peristiwa Merah Putih, para pemuda pro-Republik menyerang pasukan Belanda (NICA) yang berusaha menyumbat gaung kemerdekaan di tanah Minahasa.


Keberanian warga Minahasa terhadap Belanda dipicu oleh Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi, lewat surat rahasianya. Sam Ratulangi meminta tentara KNIL asal Minahasa yang pro RI segera melakukan aksi militer di tangsi KNIL (Sekarang Markas Pomdam XIII/Merdeka) di Teling, Manado.


Surat rahasia itu lalu diserahkan pada politisi setempat Bernard Wilhelm Lapian dan Ch. Ch. Taulu yang merupakan tokoh militer. Sejumlah tentara KNIL yang tergabung dalam Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) dan tokoh masyarakat maupun politisi Minahasa yang pro RI langsung merancang perebutan tangsi tentara Belanda tersebut. Peristiwa itu direalisasikan para pejuang pada tanggal 14 Februari 1946 pukul 1 malam.


Perjuangan mereka berhasil. Di Tangsi Putih dan Tangsi Hitam, Teling, Manado, para pemuda sukses menawan Residen Coomans de Ruyter dan Komandan NICA Letkol de Vries beserta mereka yang pro-NICA.


Selain menawan pihak musuh, mereka juga membebaskan tahanan yang dicurigai pro-RI, antara lain Taulu, Wuisan, Sumanti, G.A. Maengkom, Kusno Dhanupojo, G.E. Duhan. Para pejuang juga berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya dan menaikkan kembali warna merah putih ke puncak tiang bendera.

Berita mengenai perebutan kekuasaan itu pun dikirim ke pemerintah pusat RI di Yogyakarta disertai maklumat yang ditandatangani oleh Ch. Ch. Taulu.Dua hari setelah pe, pemerintahan "Merah Putih" di Minahasa terbentuk di mana B.W. Lapian ditunjuk sebagai residennya.


Sementara itu, Ch. Ch. Taulu, SD. Wuisan, dan J. Kaseger menjadi pemipin satuan lokal Tentara Indonesia.Agar ingatan Peristiwa Merah Putih terus terjaga dibuatlah monumen peringatan di daerah Kawangkoan yang diresmikan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sejak 1987.



"Yang saya harapkan agar sejarah tentang 14 Februari ini diketahui, jangan sampai anak cucu lebih tahu 14 Februari hanya merupakan hari valentine day. Padahal Bung Karno sendiri mengakui 14 Februari adalah Hari Patriotik, sehingga dinyatakannya sebagai Hari Sulawesi Utara. Ingat, ini sejarah heroik yang dahsyat. Jangan lupa itu sejarah, agar jangan digilas sejarah," kata Ben Wowor saksi hidup Peristiwa Merah Putih.

Sekolah Anda sedang mencari aplikasi sekolah online & ujian online? Daftarkan sekolah Anda sekarang melalui link dibawah ini, dan nikmati akses akun sekolah premium selama 30 hari

KLIK https://qtva.id/page/register/new


26 views0 comments