Search
  • Admin Qualitiva

Benarkah Mendengarkan Musik Mozart Meningkatkan Kemampuan Otak?

Apakah Anda pernah mendengar tentang musik Mozart? Ya, musik klasik yang diciptakan oleh Wolfgang Amadeus Mozart itu disinyalir mampu meningkatkan kemampuan otak jika didengarkan secara berkala. Manfaat tersebut memiliki sebutan Mozart Effect.

Awal Mula Mitos Berkembang

Mitos ini dimulai pada tahun 1950, saat seorang dokter THT yang bernama Albert Tomatis mengklaim jika mendengarkan musik Mozart bisa membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran dan berbicara. Studi tahun 1993 oleh peneliti dari Universitas California yang mengklaim ketika siswa yang mendengarkan musik Mozart sebelum ujian berhasil melewati tes dengan lebih baik dibandingkan yang tidak.


Akibatnya, karena beberapa klaim tersebut, muncullah istilah Mozart Effect, yaitukondisi peningkatan kepintaran beberapa saat setelah mendengar musik klasik gubahan Mozart.


Pembuktian Mitos Mozart Effect pada tahun 2010

Pada tahun 2010, dilakukan kembali banyak studi dalam skala besar yang menemukan efek positif lain dari mendengarkan musik Mozart. Kali ini, sebagian besar peneliti yang terlibat dalam studinya masing-masing menemukan bahwa Mozart Effect yang disinyalir mampu merangsang kreativitas di otak juga dapat dihasikan dengan mendengarkan musik atau alunan nada relaksasi jenis lainnya. Contohnya, Anda bisa merasakan Mozart Effect dengan mendengarkan karya Schubert, begitu pula dengan mendengarkan suatu paragraf dari novel Stephen King.


Terkait temuan tersebut, para peneliti menekankan bahwa efek positif yang didapat otak hanya akan mampu dirasakan jika Anda senang mendengarkannya. Dengan kata lain, kemampuan otak akan meningkat jika Anda memang menyenangi serta mendengarkan suatu alunan musik seara aktif dibandingkan nada-nada spesifik.


Musik Klasik dan Pengaruhi Kecerdasan Bayi dalam Kandungan?

Lantas, bagaimana dengan bayi yang diperdengarkan musik klasik saat masih berada di dalam kandungan? Sehubungan dengan ini, pada tahun 2006, dilakukan suatu studi yang melibatkan 8000 anak. Kelompok pertama mendengarkan Mozart’s String Quintet in D Major, kelompok kedua mendengarkan diskusi mengenai eksperimen, dan kelompok ketiga mendengarkan 3 lagu pop seperti Country House oleh Blur, Return of the Mack oleh Mark Morrison, dan Stepping Stone oleh Duncan.

Setelah dilakukan uji coba, tim peneliti yang terlibat mendemokan hasil yang mengejutkan. Pasalnya, anak-anak yang mendengarkan musik Mozart mampu melalui ujian dengan baik, namun kelompok yang mendengarkan musik bergenre pop mampu melakukannya lebih baik lagi.


Berdasar pada temuan tersebut, kesimpulan yang bisa ditarik adalah: peningkatan kemampuan otak tak hanya terpaku pada musik Mozart saja. Anda juga bisa merasakan apa yang disebut Mozart Effect dengan mendengarkan musik lain yang benar-benar disukai.

Pasalnya, yang sebenarnya diperlukan untuk melakukan suatu tugas yang melibatkan pikiran adalah rangsangan kognitif. Hal tersebut dapat Anda raih dengan mendengarkan apa pun yang disenangi. Bahkan, Anda juga bisa merasakan efek tersebut dengan melakukan aktivitas lain, seperti berolahraga atau meminum secangkir kopi.


Sekolah Anda sedang mencari aplikasi sekolah online & ujian online? Daftarkan sekolah Anda sekarang melalui link dibawah ini, dan nikmati akses akun sekolah premium selama 30 hari

KLIK https://qtva.id/page/register/new


7 views
LINKS

Lebih mudah untuk berbagi materi pelajaran, ujian daring, & mendapatkan rekapitulasi nilai otomatis. 

ADDRESS

info@qualitiva.id

0811 7887 766

Jl. Jenderal Sudirman 3007

KM 3.5 - Palembang

Sumatera Selatan

DOWNLOAD SEKARANG

Download Aplikasi Qualitiva di PlayStore. Pantau kinerja sekolah Anda dengan mudah dari gadget.

© 2020 by PT. Cakrawala Lintas Nusa

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram