Search
  • Admin Qualitiva

Aroma kopi bisa tingkatkan konsentrasi belajar? Simak hasil penelitiannya!

Updated: Nov 23

Kopi tak hanya nikmat dan ampuh untuk mengusir rasa kantuk, tetapi dampak positif lainnya juga bermanfaat dalam mengasah stimulasi sosial serta mental Anda. Salah satunya adalah kopi memiliki khasiat anti-inflamasi yang bisa memperpanjang usia dan menurunkan risiko diabetes tipe-2.

Umumnya, manfaat kopi baru bisa Anda rasakan ketika Anda mengonsumsinya. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Enviromental Psychlogy membuktikan bahwa manfaat kopi juga bisa diserap lewat aromanya saja.


Pembuktian Efek Plasebo

Penelitian menguraikan hasil studi terhadap 114 mahasiswa jurusan bisnis yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berada dalam ruangan yang ditebarkan aroma kopi melalui electric diffuser. Mereka diminta mengerjakan soal aljabar. Kelompok kedua melakukan ujian yang sama tetapi dalam ruangan tanpa aroma kopi.


Hasilnya, kelompok pertama yang dikelilingi aroma kopi mendapatkan skor lebih tinggi dibandingkan kelompok kedua.


Partisipan kelompok pertama mengakui bahwa aroma kopi telah membuat mereka merasa percaya diri segera setelah memasuki ruangan. Mereka merasa yakin bisa fokus secara kognitif dan lebih siap menyelesaikan semua soal ujian.


Oleh karena perasaan berani dan mantap yang terasa setelah mencium aroma kopi, terciptalah efek plasebo yang menguntungkan.

Peneliti mengemukakan hasil studi ini bisa juga dikarenakan pengalaman baik para partisipan kelompok pertama terhadap kopi. Jadi, ketika mencium aromanya saja, mereka merasa lebih waspada sehingga menciptakan asosiasi pada tingkat ketelitian mengerjakan soal ujian.


Namun, ini tidak berarti Anda direkomendasikan untuk menghirup aroma kopi langsung dari bubuknya. Sebab, bubuk kopi yang terhirup langsung memberikan efek sama dengan overdosis obat-obatan yang mengakibatkan gagal jantung.


Efek Aroma Selain Kopi

Selain kopi, sebenarnya ada beberapa aroma lain yang bisa memengaruhi suasana hati Anda, misalnya, aroma pinus. Menurut studi dari Kyoto University di Jepang, aroma pinus bisa mengurangi depresi dan rasa cemas. Peneliti membuktikannya dengan mempelajari kebanyakan orang Jepang yang hobi berjalan-jalan di dalam hutan.


Kesimpulan

Aroma memang memainkan peran penting pada mood, kinerja, dan perilaku manusia.

Namun, ini tak berarti aroma bekerja bak sebuah obat yang menimbulkan ketergantungan, tetapi tubuh kita menimbulkan efek karena pengalaman yang terkait dengan aroma tertentu.


Pengaruh aroma pada seseorang didasarkan pada apa yang dikenal dengan pembelajaran asosiatif, yaitu proses stimulasi reaksi terhadap satu peristiwa yang terjadi di masa lalu, entah baik atau buruk.


Jadi, tidak semua aroma memberikan efek yang sama dengan masing-masing orang. Hal itu tergantung dengan representasi aroma tersebut pada hidup seseorang.

Sekolah Anda sedang mencari aplikasi sekolah online & ujian online? Daftarkan sekolah Anda sekarang melalui link dibawah ini, dan nikmati akses akun sekolah premium selama 30 hari

KLIK https://qtva.id/page/register/new


1 view
LINKS

Lebih mudah untuk berbagi materi pelajaran, ujian daring, & mendapatkan rekapitulasi nilai otomatis. 

ADDRESS

info@qualitiva.id

0811 7887 766

Jl. Jenderal Sudirman 3007

KM 3.5 - Palembang

Sumatera Selatan

DOWNLOAD SEKARANG

Download Aplikasi Qualitiva di PlayStore. Pantau kinerja sekolah Anda dengan mudah dari gadget.

© 2020 by PT. Cakrawala Lintas Nusa

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram