Search
  • Admin Qualitiva

7 Tips Mengajar selama Pandemi Covid-19 dari Mendikbud Nadiem Makarim

Upaya mencerdaskan anak bangsa mesti tetap berjalan meski di tengah Pandemi Covid-19. Salah satunya adalah melalui proses belajar-mengajar online. Memang hal ini merupakan kegiatan baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi guru, murid dan orang tua.

Menyikapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan 7 tips mengajar selama Pandemi Covid-19 untuk guru & orang tua.


Tips 1: Jangan Stress

Nadiem mengakui bahwa saat krisis ini merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Banyak guru, orang tua, atau murid yang masih belum familier terhadap teknologi. “Pasti tidak mudah dan ini normal,” ujarnya. Namun cara terbaik, menurut Nadiem, adalah terus belajar hal baru dan mempelajari bagaimana metode yang terbaik


Tips 2: Membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. 

Menteri mengatakan pembagian kelompok belajar tersebut bisa didasarkan atas kompetensi yang sama. Tidak semua murid memiliki kemampuan yang sebanding. Ada murid yang unggul di satu bidang, namun belum tentu  unggul di bidang lain. “Jadi, setiap kelompok belajar fokus pada topik yang paling menyulitkan atau topik yang paling menarik bagi mereka,” ujarnya.


Tips 3: Terapkan Project Based Learning

Guru bisa mencoba penerapan project based learning, dengan pembagian kelas menjadi kelompok yang lebih kecil, para pengajar bisa memberikan proyek penugasan kepada masing-masing kelompok murid. 

“Ini  menciptakan satu tantangan dan kolaborasi. Murid akan dipaksa untuk bekerja sama, yang akan melatih empati dan kemampuan mendorong sesama mereka,” kata Menteri.

Nadiem dalam hal ini juga meminta agar para pengajar tidak meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya. Menurut Nadiem, jika mereka saling bergantung pasti guru dan orang tua terkejut melihat level motivasi anak didik yang meningkat.

Tips 4: Alokasikan lebih banyak waktu bagi murid yang tertinggal

Ini mungkin merupakan kesempatan untuk memberikan fokus kepada murid yang tertinggal, sehingga mereka akan lebih percaya diri saat bergabung di kelas nantinya ketika wabah Covid-19 sudah berakhir. 

Untuk para orang tua, ini juga kesempatan emas untuk memahami dan membantu anak menghadapi tantangan dalam pembelajaran di kelas. 


Tips 5: Jangan kejar tayang

Tips kelima yang dipaparkan Nadiem adalah agar para pengajar fokus pada apa yang terpenting. “Kalau kita mau mengerjakan semua kejar tayang silabus saja, pasti akan sub-optimal dan tidak akan efektif,” katanya.

Oleh karena itu, ini saatnya bereksperimen dengan alokasi waktu. Ketimbang mengejar target untuk seluruh topik, pengajar bisa menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murud untuk bisa sukses di berbagai mata pelajaran. “Contohnya seperti literasi, numerasi, dan pendidikan karakter,” kata Menteri.


Tips 6: Saling ‘menyontek’ antar guru

Ia menjelaskan bahwa seperti halnya murid, ada guru yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat dalam beradaptasi dengan teknologi. 

“Jangan ragu untuk meminta pertolongan dari guru lain, jangan ragu untuk meminta best practice dari guru lain,” ujarnya.

Nadiem mengimbau kepada guru-guru yang telah lebih menguasai teknologi, untuk mengajak guru-guru lain untuk masuk dalam kelas virtual. Dengan demikian, guru bisa melihat dan menginspirasi dalam memberikan pelajaran kepada murid. 


Tips 7: Having Fun (Bersenang-senang)

Dan inilah tips terakhir. “Have fun,” ujar Nadiem. Ia mengatakan bahwa mengajar memang tidak mudah. “Tapi siapa bilang harus membosankan?” katanya lagi.

Para pengajar, pasti mengetahui yang terbaik untuk para murid. Saat ini adalah waktunya bagi para pengajar untuk mendengarkan insting sebagai guru dan orang tua bukan mengikuti proses seadanya.

“Seperti halnya murid, inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,” ucap Nadiem. 

Kesimpulan

Nadiem juga menambahkan, akibat pandemi ini, orang tua jadi sadar sulitnya tugas guru mengajar secara efektif. Hal ini, menurutnya berdampak positif, sehingga menimbulkan rasa empati antara orang tua dan guru yang mungkin sebelumnya kerap diabaikan.


Selain itu, lanjut Nadiem, masyarakat jadi paham betul pentingnya menjaga kesehatan termasuk tetap menjaga norma kemanusiaan di tengah masyarakat. Terbukti dengan timbulnya empati dan solidaritas untuk saling membantu di tengah masyarakat saat pandemi COVID-19 ini terjadi.


"Belajar memang tidak selalu mudah tapi ini saatnya kita berinovasi, ini saatnya kita bereksperimen, ini saatnya kita mendengar hati nurani dan belajar dari COVID-19 agar kita jadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan," tutup Nadiem.


Salah satu aplikasi online yang bisa digunakan untuk proses belajar dan ujian online adalah Qualitiva.id . Yuk coba gratis sekarang.


dikutip dari tempo dan voi

61 views
LINKS

Lebih mudah untuk berbagi materi pelajaran, ujian daring, & mendapatkan rekapitulasi nilai otomatis. 

ADDRESS

info@qualitiva.id

0811 7887 766

Jl. Jenderal Sudirman 3007

KM 3.5 - Palembang

Sumatera Selatan

DOWNLOAD SEKARANG

Download Aplikasi Qualitiva di PlayStore. Pantau kinerja sekolah Anda dengan mudah dari gadget.

© 2020 by PT. Cakrawala Lintas Nusa

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram